Kebiasaan kecil yang dapat mengubah hidup Anda!

Sehat menurut World Health Organization (WHO) merupakan keadaan sempurna secara fisik, mental, dan sosial. Sehat adalah hak paling mendasar dari setiap manusia, tanpa membedakan ras, agama, politik, dan kondisi sosial ekonominya. Sehat fisik artinya memiliki badan yang sehat dan bugar kemudian sehat sosial artinya mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain dan sehat jiwa artinya merasa senang dan bahagia, mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari (di rumah dan di kantor/sekolah), dapat menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri serta teman, dan melakukan kegiatan yang bermanfaat.
Pola hidup yang tidak sehat dan gaya hidup modern sering menimbulkan berbagai masalah gangguan fisik dan mental. Apalagi, di era modern seperti saat ini, gaya hidup masyarakat berubah menjadi lebih pasif, alias sedentary lifestyle. Akibatnya, tubuh kurang aktif secara fisik, sementara asupan makanan sehari-hari tak lagi memenuhi kebutuhan gizi harian yang penting, seperti konsumsi makanan instan, berminyak, dan tinggi kalori. Saat ini, banyak penyakit tak menular yang makin berkembang menjadi penyakit mematikan. Contohnya diabetes, sakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kolesterol.
Berdasarkan data WHO Penyakit tidak menular (PTM) menewaskan sedikitnya 43 juta orang pada tahun 2021. Penyakit kardiovaskular menyumbang sebagian besar kematian akibat PTM, atau setidaknya 19 juta kematian pada tahun 2021 dan lebih dari 2 juta termasuk kematian akibat penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes.
WHO menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi di negara-negara Asia Tenggara, termasuk di Indonesia yaitu sebesar 37% dimana lebih dari 80% kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler dan diabetes. Padahal, penyakit-penyakit tersebut bisa dicegah sedini mungkin hanya dengan satu cara yaitu menerapkan pola hidup sehat.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia telah menyiapkan program GERMAS yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Berikut ini 7 langkah GERMAS yang dapat menjadi panduan menjalani pola hidup yang lebih sehat.
- Melakukan Aktivitas Fisik
Perilaku kehidupan modern seringkali membuat banyak orang minim melakukan aktivitas fisik; baik itu aktivitas fisik karena bekerja maupun berolah raga. Kemudahan – kemudahan dalam kehidupan sehari – hari karena bantuan teknologi dan minimnya waktu karena banyaknya kesibukan telah menjadikan banyak orang menjalani gaya hidup yang kurang sehat. Bagian germas aktivitas fisik merupakan salah satu gerakan yang diutamakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. - Makan Buah dan Sayur
Keinginan untuk makan makanan praktis dan enak seringkali menjadikan berkurangnya waktu untuk makan buah dan sayur yang sebenarnya jauh lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa jenis makanan dan minuman seperti junk food dan minuman bersoda sebaiknya dikurangi atau dihentikan konsumsinya. - Tidak Merokok
Merokok merupakan kebiasaan yang banyak memberi dampak buruk bagi kesehatan. Berhenti merokok menjadi bagian penting dari gerakan hidup sehat dan akan berdampak tidak pada diri perokok; tetapi juga bagi orang – orang di sekitarnya. Meminta bantuan ahli melalui hipnosis atau metode bantuan berhenti merokok yang lain dapat menjadi alternatif untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut. - Tidak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol
Minuman beralkohol memiliki efek buruk yang serupa dengan merokok; baik itu efek buruk bagi kesehatan hingga efek sosial pada orang – orang di sekitarnya. - Melakukan Cek Kesehatan Berkala
Salah satu bagian dari arti germas sebagai gerakan masyarakat hidup sehat adalah dengan lebih baik dalam mengelola kesehatan. Diantaranya adalah dengan melakukan cek kesehatan secara rutin dan tidak hanya datang ke rumah sakit atau puskesmas ketika sakit saja. Langkah ini memiliki manfaat untuk dapat memudahkan mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan lebih dini.
Berikut adalah beberapa contoh pengecekan yang bisa dilakukan.
- Cek Kesehatan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) Secara Rutin
Melakukan Pengecekan Berat Badan berguna agar anda bisa mendapatkan nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) yang nantinya dapat menentukan apakah berat badan dan tinggi badan Anda sudah berada dalam kondisi ideal atau berisiko terkena penyakit tidak menular (PTM) - Cek Lingkar Perut Secara Berkala
Dengan melakukan Cek Lingkar Perut secara berkala anda bisa mengontrol lemak perut, jika berlebihan dapat menyebabkan penyakit seperti stroke, diabetes hingga serangan jantung - Cek Tekanan Darah
Pengecekan Tekanan Darah dapat membantu anda mendeteksi adanya risiko stroke, hipertensi hingga jantung - Cek Kadar Gula Darah Berkala
Anda dapat mengetahui kadar glukosa dalam darah dengan jenis pengecekan kesehatan berkala ini, hasilnya anda dapat mengetahui potensi diabetes - Cek Fungsi Mata Telinga
- Cek Kolesterol Tetap
Pengecekan Kolesterol terbagi tiga yaitu LDL (Kolesterol "Buruk"), HDL (Kolesterol "Baik") dan Trigliserida - Cek Arus Puncak Ekspirasi
Pengecekan ini adalah salah satu cek kesehatan dalam pengujian fungsi paru, pengecekan ini biasa dilakukan pada penderita asma atau penyakit lainnya untuk menilai kemampuan paru-paru - Cek dan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim
Pengecekan ini biasanya dilakukan dengan pemeriksaan berkala seperti Test PAP SMEAR dan Test IVA - Cek Sadari Periksa Payudara Sendiri
Lalu berikutnya dalam ragam cek kesehatan berkala yaitu dengan pemeriksaan payudara sendiri.
- Menjaga Kebersihan Lingkungan
Menjaga kebersihan guna mengurangi resiko kesehatan seperti mencegah perkembangan vektor penyakit yang ada di lingkungan sekitar. - Menggunakan Jamban
Aktivitas buang kotoran di luar jamban dapat meningkatkan resiko penularan berbagai jenis penyakit sekaligus menurunkan kualitas lingkungan.
Penulis Artikel
Referensi :
WHO. (2018). WHO remains firmly committed to the principles set out in the preamble to the Constitution. Diakses Februari 13, 2025, from who.int/: https://www.who.int/about/governance/constitution
Kementrian Kesehatan RI. (2018). Buku Panduan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Jakarta.
Kemenkes RI. Rencana Aksi Kegiatan 2021 - 2024 Direktorat P2 PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR. Ditjen P2P Kemenkes. 2023:9. https://p2p.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/RAK-Dit-P2PTM-1-465827-02-4tahunan-070.pdf
WHO. (2024). Noncommunicable Disesase. Diakses Februari 13, 2025, from who.int/: https://www.who.int/about/governance/constitution
Kembali